[Ulasan Anime] Zom 100 – Ide Menarik, Eksekusi Menukik

ulasan anime zom 100
Zom 100 © BUG FILMS


Berangkat dari episode 1 yang amat luar biasa dalam segi directing, art direction, dan cinematography, anime ini berhasil menggaet banyak peminat untuk menyaksikan kelanjutannya. Sang protagonis, Tendou Akira, adalah seorang pekerja dari sebuah perusahaan gelap di Jepang. Kehidupannya sudah seperti diberikan hanya untuk pergi ke kantor saja. Dia bahkan merasa iri pada seorang protagonis di dunia pasca bencana seperti dunia zombie yang hanya ada di film-film. Selain itu, penderitaannya ditambah pula gara-gara wanita pujaannya yang menjadi satu-satunya motivasi dia bekerja di kantor rupanya juga cewek simpanan atasannya. Desahan waktu mereka ‘melakukannya’ juga kedengeran njir.

Namun, terlepas dari ceritanya, penjadwalan yang kurang matang menyebabkan perilisan beberapa episode terundur hingga 3 episode terakhir pun ditayangkan dalam rangka Christmas Special. Padahal episode pertama saja sudah menyinggung betapa kejamnya situasi kantor perusahaan gelap, eh sendirinya malah begini. Ironis sih. Semoga saja keadaan sesungguhnya tidak demikian.


ulasan anime zom 100
Shizuka © BUG FILMS

Latar pasca bencana dan zombie ini memang bukan yang pertama, tapi ide di mana tokoh utama memiliki tujuan melakukan 100 hal sebelum dia mati di latar seperti ini bisa dibilang segar. Usai lepas dari tanggung jawab pekerjaannya yang seolah-olah membunuh jiwa dan semangatnya, Akira memutuskan untuk melakukan banyak hal sebelum ajal menjemputnya di dunia yang dipenuhi zombie ini. Berbanding terbalik dengannya, Mikazuki Shizuka, heroine pertama yang muncul di sini juga memiliki keinginan serupa namun berbeda, yakni ingin melakukan banyak hal untuk bertahan hidup di dunia zombie. Dari kontras kepribadian ini saja sudah cukup untuk membentuk hubungan antar kedua karakter ini semakin menarik di sepanjang cerita kelak.

Tak hanya itu, Ryuuzaki Kenichirou, Kencho sebagai panggilan yang dipakai Akira, hadir pula untuk melengkapi cerita anime ini sebagai karakter yang menghibur. Meskipun begitu, hiburan yang dia berikan tak lebih dari melepas semua pakaiannya dan teriak sambil telanjang. Yup, itulah satu-satunya punchline terbaik dari karakter yang ingin menjadi komedian tersebut. Kemudian, sebelum memasuki arc terakhir, karakter bule pirang dari Jerman yang menyukai budaya Jepang pun memulai debutnya, namanya adalah Amerhauser Beatrix, panggilan singkatnya adalah Bea. Namun, hingga akhir season, karakter Bea tak terlalu dieksplor. Dia hanya ditonjolkan layaknya seorang turis yang mengagumi budaya Jepang bahkan sampai memakai cosplay sebagai seorang samurai.

ulasan anime zom 100
Shizuka (kiri) & Bea (kanan) © BUG FILMS

Ide yang kusebut segar tadi, yakni tokoh utama ingin melakukan banyak hal sebelum mati, sayangnya tak mampu mempertahankan kesegarannya hingga akhir episode. Seiring bertambahnya episode, justru kekonyolan dan keabsurdan yang bertambah meskipun aspek komedi, keseruan, dan pesan yang ingin diusung tidak hilang. Tiap episode justru menghadirkan beberapa ide yang beragam demi memberikan pesan yang kuat untuk penonton. Akan tetapi, komedi yang diberikan juga tak cukup untuk membuatku tertawa, mendengus saja tidak. Mentok-mentok komedi yang diberikan pun adalah karakter meneriakkan penjelasan komedik nan absurd dan makhluk zombie yang ternyata bisa kentut. Bruh. 


ulasan anime zom 100
(dari kiri) Kencho, Bea, Shizuka & Akira © BUG FILMS

Anime ini merupakan tontonan yang lumayan dengan ide awal yang cukup segar, dan jika bicara dari segi visual, anime ini memang juaranya. Darah zombie pun digambarkan secara warna-warni, alih-alih berwarna merah darah saja. Dari situ pun sudah kentara bahwa dalam sudut pandang kreatif, anime ini menginginkan penontonnya merasakan keseruan bersama para karakter di dalam cerita, bukan ditanggapi dengan terlalu serius. Yang mana membawaku merasa sedih karena sedari episode awal, aku sudah berharap besar dengan perkembangan cerita di anime ini ke depannya meskipun ide yang diusung hampir terasa basi di akhir layaknya bau zombie itu sendiri.


Rating pribadi: 5/10

(Rating hanyalah bias, semua bisa menjadi mahakarya jika semesta memang mengizinkan)

Posting Komentar

0 Komentar